Jumat, 05 Desember 2014

Lost..

Pada akhirnya semua akan kembali menuju jalannya masing-masing. Melupakan segala janji yang pernah terucap, mengabaikan segala angan yang pernah terukir bersama. Demi sebuah angan pribadi, demi sebuah cita-cita, dan demi sebuah kebaikan dimasa depan.
Ya memang sudah waktunya kita harus memikirkan masa depan, memang sudah seharusnya kita menata hidup. Bukan, kita bukan harus berpisah. Pada dasarnya kita memang masih berada dalam satu lini tujuan, namun kali ini kita hanya harus belajar lebih mandiri, belajar agar mampu menopang angan dengan kaki sendiri, dan belajar agar mampu meraih cita dengan tangan sendiri.
Kurasa sudah terlalu lama kita beriringan, berjalan bergandeng tangan dan saling menopang. Saat ini mungkin yang kita butuhkan hanya doa yang saling menguatkan.
Apa hanya aku yan merasa tidak siap dengan ini? Atau hanya aku yang merindukan saat kita berjalan bersama? Entahlah. Mungkin ini hanyalah masalah waktu.

Hai, mungkin waktu kita memang sudah kadaluwarsa, mungkin inilah persimpangan jalan yang harus kita hadapi, demi sebuah cita. Bukankah nanti kita dapat bertemu lagi disaat semua angan dan cita telah tercapai? Ya kita akan segera bertemu jika saat itu tekah tiba. Ketika kalian sudah menjadi apa yang kalian inginkan. Ketika senyum kemenangan telah tersimpul, dan ketika tangis yang ada hanyalah tangis kebahagiaan. Disaat itulah kita mungkin akan memutar segala memori tentang masa ini.

Kepada mereka yang pernah singgah, kepada mereka yang pernah membagi tawa,
kepada mereka yang pernah memberi asa, serta kepada mereka yang pernah menampung segenap luka.
Aku hanya dapat mengangkat kedua telapak tangan dan berharap yang terbaik untuknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar