Minggu, 30 Maret 2014

damai

Mungkin saya telat menyadari semua ini, mungkin saya hanya selalu terbawa oleh obsesi pribadi hingga kurang memperhatikan sekitar. Saya terlalu sibuk membandingkan dengan yang lain, saya terlalu sibuk membandingkan dengan sesuatu yang memang nyatanya tak dapat saya raih. Tunggu, bukan tidak-dapat, namun lebih karena pilihan.
Ah sudahlah itu hanya masa lalu, toh itu dulu menjadi pilihan saya dan dengan sadar.  Memang pada awalnya hati kecil saya terus mengharap semua dapat berubah. Di awal saya masih belum bisa menerima kenyataan dan masih belum nyaman dengan ini. Pada awalnya saya selalu berontak demi ego dan saya menyesali itu.
Waktu berlalu begitu cepat, tak terasa sesuatu yang diawali dengan ke-ter-pak-saan ini akan segera berakhir. Sejenak saya berpikir ternyata semua ini indah, setidaknya tidak seburuk yang saya bayangkan.  lalu mengapa saya harus menyesalinya? Mungkin saya kurang menyadari hal ini.
Hingga akhirnya saya berpikir mungkin ini memang yang terbaik untuk saya. Mungkin ini adalah rencana Tuhan untuk saya. Andai saya menyadari hal ini dahulu kala mungkin saya akan menjadi manusia yang lebih bersyukur.
Dan mulai saat ini, mulai detik ini saya ingin berdamai dengan segenap ego saya. Saya juga yakin segala sesuatu di dunia ini tidak ada yang sia-sia. Semua telah dirancang dengan apik oleh Tuhan, semua ini takdir Tuhan. Dan saya yakin semua ini akan berbuah manis dikemudian hari. Ya saya yakin itu.
Semua ini mungkin tidak akan menjadi semudah ini tanpa mereka, ya mereka yang membuat saya merasa lebih baik menjalani hari. Mungkin bertemu mereka juga lah rencana indah Yang Maha Kuasa.

Terima kasih Tuhan, kini aku tahu ini semua rencana Mu indah. 
Dan maaf selama ini mungkin aku kurang bersyukur. 
Terima kasih pula kau telah mempertemukan aku dengan mereka.
Hanya satu pintaku Tuhan, berilah aku kelancaran dalam mengakhiri ini dan tuntunlah aku menggapai impianku.