Jumat, 24 Januari 2014

Lari

Hidup itu kayak lari.
Lo tau orang lari kan? Tiap detik pasti mereka pindah entah selangkah ataupun dua langkah tapi mereka udah pasti pindah. Hidup juga gitu sedikit atau banyak, cepat atau lambat semuanya bakal ngalamin perpindahan atau perubahan.
Hidup itu kayak kita lari disebuah lintasan yang amat panjang. Yang kita sendiri gak tau dimana letak ujung dari lintasan ini. Yang kita tau kita cuma pengen sampe di garis finish. Garis finish yang gue maksud disini adalah sebuah tujuan hidup atau bisa dibilang kebahagiaan.Karena 99% manusia di bumi ini hidup untuk mencari kebahagiaan. Entah duniawi maupun akhirat.
Tapi buat sampe garis finish gak semudah yang kita bayangkan. Banyak keringat dicucurkan demi mencapai garis finish,lelah? sudah pasti. hampir menyerah? mungkin. Hidup juga begitu, gaada yang instant didunia ini selain mie. Kita butuh pengorbanan untuk dapetin apa yang kita mau, buat sampe di garis finish kita,buat sampe di tujuan kita.
Hidup itu kayak lari marathon dengan ribuan atau bahkan jutaan peserta. Selama pelarian yang kita jalanin pasti silih berganti teman lari kita. Banyak yang datang hanya untuk sekedar menyapa lalu pergi lagi,namun sedikit diantara mereka yang mau memahami kondisi kita,yang mau menjadi teman beristirahat disaat kita merasa sudah tak mampu lagi berlari. Hanya sedikit pula yang mampu membangkitkan semangat kita untuk meneruskan perjalanan.
Karena gak selamanya tubuh manusia mampu untuk berlari,ada kalanya dimana mereka merasa lelah. Begitu juga dalam menjalani hidup. Gak selamanya manusia merasa kuat dan mampu untuk menghadapi dan menyelesaikan masalah dengan mudah. Tak sedikit dari mereka pernah merasa lelah menghadapi berbagai masalah kehidupan.
Disaat ini lah teman lari yang tadi saya katakan sangat dibutuhkan keberadaannya.
Mereka dibutuhkan untuk membangkitkan semangat kita agar mampu mencapai garis finish.Karena seorang pelari tak kan mencapai garis finish tanpa adanya semangat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar