Minggu, 24 Maret 2013

ego

Suara rintik hujan malam ini mungkin menjadi musik yang terdengar amat merdu ditelinganya.Yah ditelinga gadis itu,setidaknya suara hujan dapat meredam suara mulut mulut itu,mulut mulut yang terus berkoar menampakkan keegoan.Ya gadis itu hanyalah korban dari keegoisan.
Ingin rasanya ia keluar dan berlari ditengah hujan,meneriakkan semua yang menjadi bebannya selama ini.Kali ini ia merasa tak kuat dengan semua ini,air mata pun terpaksa mengalir di pipinya seraya air hujan diluar sana.Ia sadar beban yang kini ia tanggung tak mungkin dengan mudahnya dilepaskan.
Tuhan jika ini semua cobaan dariMu tolong berikan gadis itu kekuatan untuk menghadapinya.
Ia merasa lelah! Tapi tak mungkin ia melepaskan semua ini dengan begitu saja. Disana ada orang itu,orang yang memberinya kekuatan,orang yang selalu memberikan senyum indahnya.Ia tak cukup tega untuk meninggalkan orang itu sendirian,meninggalkan orang itu merasakan sakit ini sendirian.Tapi terkadang ia merasa terbebani,yap mungkin itulah yang dinamakan tanggung jawab.Meskipun sakit,tapi ia rela dan akan terus berjuang membela orang itu,ia tak mungkin tega menghilangkan senyum orang itu,ia tak mungkin mematahkan semangat yang telah diberikannya.Tak mungkin!
Sebenarnya semua ini berawal dr kamu.Ya kamu! kamu dengan sejuta egomu,dengan tingkahmu! aku benci itu semua.Mengapa kau tak pernah berubah? Mengapa? Sudah ribuan hari ia dan orang itu menunggu perubahanmu.Mengapa egomu begitu besar? Tidakkah kau memikirkan ia? ya gadis kecil itu dalam hatinya menangis melihat semua yang terjadi.Apa yang menutup mata hatimu?
Dulu kau tak begitu,dulu kau menjadi malaikat hatinya,pahlawan yang nyata.Tp mengapa kini semua itu dirasa telah hilang darimu? Apa salahnya? Apa salah orang itu? Hingga kau membuatnya seperti ini.

Tapi bagaimanapun ia tetap menyayangimu,dan terus menyelipkan doa untukmu disela sujudnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar